
by AzSyuk
Di zaman serba moden ini, nilai-nilai sopan santun sering kali terlupakan dalam pergaulan harian. Ungkapan "YANG kurik itu kundi, yang merah itu saga; yang baik itu budi, yang indah itu bahasa" masih relevan hingga kini. Hal ini mengingatkan kita tentang betapa pentingnya memelihara adab dalam berinteraksi, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Sama seperti kes seorang lepasan SPM meminta kerja yang ramai dilihat sebagai kurang adab.
Adab bukan hanya mencerminkan kepribadian seseorang, tetapi juga mencerminkan didikan dari keluarga. Namun, belakangan ini, terdengar berita tentang generasi Z dan generasi Alpha yang dianggap semakin kehilangan nilai sopan santun, bahkan dijuluki sebagai "biadab". Fenomena ini tentu memicu perbincangan luas di media sosial.
Para majikan juga ikut berbicara tentang pengalaman mereka berhadapan dengan generasi muda ini. Baru-baru ini, sebuah cerita tentang seorang remaja lepasan Sijil Pelajaran Malaysia (SPM) menjadi viral. Kisah ini muncul setelah tangkapan layar percakapan di aplikasi WhatsApp antara remaja perempuan tersebut dan pemilik sebuah restoran diposting di Twitter.
Dalam dialog di lama whatsapp tersebut, remaja tersebut dilihat menggunakan bahasa yang kurang formal ketika menanyakan tentang kerja kosong di restoran tersebut. Meskipun hanya perkenalan singkat beserta umur, sikapnya terlihat kurang sopan saat pemilik restoran meminta beliau hantarkan resumenya.
Jawapan remaja tersebut cukup mengejutkan, "Tak de. Kan part time je. Lagipun waiter je pun saya apply, bukan HR atau akauntan."
Meskipun info lebih lanjut tentang situasi ini tidak dirungkaikan, postingan ini telah mendapatkan lebih dari 1.600 retweet di Twitter, menimbulkan berbagai reaksi dari warganet.
Sebagian besar menilai bahawa sikap remaja ini kurang sopan, meskipun dia hanya sedang mencari pekerjaan sebagai pelayan restoran. Beberapa komen mengingatkan bahawa pentingnya budi bahasa dan sopan santun dalam apa pun situasi, termasuk saat mencari pekerjaan.
Dalam dunia pekerjaan yang semakin kompetitif, adab yang baik adalah satu aset berharga. Semua lulusan, baik dari sekolah menengah maupun universiti, perlu diingatkan akan pentingnya sikap yang sopan dan kemampuan berkomunikasi yang baik dalam setiap tahap hidup mereka, termasuk dalam mencari pekerjaan. Adab yang baik tidak hanya mencerminkan diri sendiri, tetapi juga mencerminkan kualiti seseorang sebagai calon pekerja yang bagus..